Friday, 11 March 2016

SISI NEGATIF DAN POSITIF GANJA


Mariyuana atau biasa disebut ganja adalah jenis narkoba yang penggunaannya dihisap seperti rokok. Ganja telah dilegalisasi di beberapa negara di dunia. Mengapa? Riset telah menunjukkan bahwa ganja mempunyai sifat medis yang dapat membantu dalam proses pengobatan berbagai penyakit. Salah satu negara yang telah melakukan hal tersebut adalah Amerika Serikat, termasuk Washington dan Colorado. Di sana pemerintahan melakukan sebuah pemungutan suara untuk memutuskan apakah ganja dilegalkan atau tidak.
Pilihan untuk melegalisasikan ganja menimbulkan dua sisi yang berlawanan. Beberapa masyarakat percaya bahwa legalisasi ganja dapat sangat bermanfaat kepada masyarakat dan pemerintahan, tetapi yang lain percaya bahwa ini adalah tindakan yang salah karena ganja termasuk jenis narkoba. Oleh karena itu, saya mempertimbangkan pro dan kontra dari situasi ini.
Faktor utama bagi yang “pro” legalisasi ganja adalah kegunaannya dalam bidang medis atau sebagai pengobatan. Ganja dapat meringankan rasa sakit yang diakibatkan oleh penyakit seperti AIDS, multiple sclerosis, atau kanker. Juga, ganja diketahui sebagai metode yang tidak terlalu beracun daripada obat-obatan yang diberikan oleh dokter zaman sekarang. Meskipun ganja telah dipakai di negara-negara barat, tidak pernah ada masalah kasus yang melaporkan bahwa akibat kanker paru-paru atau emfisema adalah ganja.
Selain itu, ganja dapat digunakan sebagai bahan baku kertas dan juga meningkatkan penghasilan. Terdapat penemuan yang telah menyatakan bahwa rumput ganja mempunyai bahan baku yang dapat dipakai dan diproses untuk membuat kertas. Sekarang, karena warga membeli ganja dari perusahaan yang resmi daripada bisnis “gelap”, ini meningkatkan pendapatan pemerintahan dan uang tersebut dapat dipakai untuk kepentingan masyarkat.
Sementara itu, faktor utama sisi “kontra” adalah pasien atau pemakai ganja bisa menjadi kecanduan secara mudah. Ganja merupakan sesuatu yang adiktif. Orang yang terus-menerus menggunakan ganja akan menjadi sangat tergantung dan akan menghasilkan kecanduan dan efek lain. Efek-efek tersebut termasuk halusinasi, delusi, dan euforia. Efek dari halusinasi dapat membuat pemakai menjadi asik sendiri dan delusi mengakibatkan pemakai untuk mempunyai waham atau rasa percaya pada sesuatu yang tidak benar. Dalam jangka panjang, ini dapat menimbulkan gangguan mental. Euforia adalah  mempunyai rasa senang dan ini adalah salah satu faktor yang meningkatkan pemakai untuk menjadi kecanduan.
Lain dari itu, beberapa spesialis percaya bahwa legalisasi ganja merupakan obat yang berpotensi dapat memperkenalkan penggunaan zat illegal. Penelitian mengatakan bahwa legalisasi ganja dapat meningkatkan penyalahgunaan resep dokter. Maka, dari dua sisi itu, menurut saya, walaupun pemakaian ganja yang sudah dilegalisasikan, sebaiknya ganja hanya dipakai untuk keperluan medis dan pemerintah tetap mengawasi penjualan ganja untuk mencegah penyalahgunaannya dan juga zat ilegal.



Jumlah Kata: 399